LSM GRESIK MENOLAK RENCANA PEMBANGUNAN STADION DI GUNUNG LENGIS
Seperti yang pernah diberitakan, Pemkab Gresik berencana akan membangun stadion baru pada 2012 senilai Rp 230 miliar. Ironis, pembangunan itu diprotes kalangan LSM karena berimbas hilangnya monumen perjuangan Gunung Lengis.
Monumen perjuangan Gunung Lengis diresmikan 1975. Di ata monumen tersebut terdapat patung seorang pejuang yang menancapkan sang saka merah putih. Kondisi monumen itu sekarang ini sangat memprihatinkan. Selain tidak terawat, anak tangga menuju monumen yang berada sekitar 100 meter dari jalan raya Veteran itu rusak parah dan amblas.
Monumen perjuangan Gunung Lengis diresmikan 1975. Di ata monumen tersebut terdapat patung seorang pejuang yang menancapkan sang saka merah putih. Kondisi monumen itu sekarang ini sangat memprihatinkan. Selain tidak terawat, anak tangga menuju monumen yang berada sekitar 100 meter dari jalan raya Veteran itu rusak parah dan amblas.
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto akan mengajak dialog dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait pembangunan stadion baru yang rencananya dibangun di sekitar monumen perjuangan Gunung Lengis, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas Gresik. Pada selasa 25 Oktober 2011 di ruang pertemuan Nyai Ageng Pinatih, LSM yang hadir antara lain PuDaK, Forkot, PMII, MGPK, Lira, Gresik Care.
"Dalam waktu dekat saya akan mengajak dialog dengan beberapa LSM terkait pembangunan stadion baru yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan monumen perjuangan di Gunung Lengis," kata Sambari, Kamis (20/10/2011) ke beberapa mediatelah dibuktikan.
Diakui Sambari dengan wajah yang tegang, melalui dialog ini diharapkan semua permasalahan terkait dengan pembangunan stadion baru bisa diselesaikan secara bertahap. Namun demikian, dirinya juga berharap saran dan kritik sebelum pembangunan stadion dilakukan. "Silakan teman-teman LSM mengkritik saya dan tolong diingatkan jika saya salah," tuturnya. Tidak ada dialok karena habis sambutan Bupati Sambari dan Wabup Moh. Qosim langsung meninggalkan ruangan dan pertemuan itu dilanjutkan oleh Sekda Najib dengan menerangkan mulai dari latar belakang sampai gambar.
"Dalam waktu dekat saya akan mengajak dialog dengan beberapa LSM terkait pembangunan stadion baru yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan monumen perjuangan di Gunung Lengis," kata Sambari, Kamis (20/10/2011) ke beberapa mediatelah dibuktikan.
Diakui Sambari dengan wajah yang tegang, melalui dialog ini diharapkan semua permasalahan terkait dengan pembangunan stadion baru bisa diselesaikan secara bertahap. Namun demikian, dirinya juga berharap saran dan kritik sebelum pembangunan stadion dilakukan. "Silakan teman-teman LSM mengkritik saya dan tolong diingatkan jika saya salah," tuturnya. Tidak ada dialok karena habis sambutan Bupati Sambari dan Wabup Moh. Qosim langsung meninggalkan ruangan dan pertemuan itu dilanjutkan oleh Sekda Najib dengan menerangkan mulai dari latar belakang sampai gambar.
Dalam dialaok dengan Sekda LSM memprotes dan menghujani dengan kritik,saran dan pendapat yang intinya tidak setuju dengan pembangunan stadiun di gunung lengis karena itu proyek ambisius pemkab gresik yang tidak bisa melihat jauh kedepan apa yang menjadi keuntungan dari pembangunan stadiun itu secara ekonomi,sosial,budaya.
Tanah yang dimiliki pemkab gresik hanya 9,6 hektar dan ada tanah negara tersisa 2,5 hektar dan disekelilingnya adalah pabrik-pabrik yang menempati tanah negara tapi ditanyakan ke Sekda tidak tahu siapa yang menyewakan tanah negara tersebut ke perusahaan-perusahaan tersebut .
Secara logika akal sehat udara disekitar gunung lengis sudah tidak sehat lagi karena banyak polusi udara yang berasal dari ratusan pabrik disekitar gunung lengis, kok malah dijadikan tempat olah raga, lebih baik dicari lahan yang lain yang masih luas yaitu di barat terminal bunder misalnya karena dengan adanya stadion maka secara otomatis akan menjadikan daerah itu berkembang cepat pasar rakyat, perumahan, dan lainnya seperti jamur dimusim hujan.
Intinya klo Pemkab Gresik masih Ngotot membangun stadion di gunung lengis maka kita akan bersama-sama melawan sampai titik darah penghabisan, ujar Farid dari PuDak.







No comments:
Post a Comment