PUDAK


DIMANAPUN, KAPANPUN, DAN BAGAIMANAPUN... KAMI AKAN TETAP BERSUARA!!!

Thursday, February 17, 2011

Raskin : Beras Jelek, Warga Gresik Demo

Wednesday, 16 February 2011 22:08


Sekitar 30 orang yang mengatasnamakan Pusat Demokrasi dan Kemanusiaan (PuDaK) Rabu (16/2/2011) berunjuk rasa di kantor Bupati Gresik (Jawa Timur) soal mutu beras raskin.

GRESIK  - Mereka mempertanyakan beras untuk masyarakat yang didistribusikan pada warga, mulai dari kualitas yang dinilai tidak layak konsumsi, hingga masalah pendataan rumah tangga miskin sasaran penerima manfaat.

Koordinator PuDaK, Farid Abdillah menyatakan beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang ada di Gresik tidak memenuhi standar kualitas dan tidak layak dikonsumsi warga. "Kami menemukan penyimpangan kualitas beras, harga beras, ukuran dan pendistribusian yang tak tentu waktunya," katanya.

Peserta aksi lainnya, Nurul Hidayah mencontohkan di Kecamatan Duduksampean warga hanya menerima beras raskin 5 kilogram per rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM).

Harga jual raskin Rp 1.800-Rp 2.000 per kg dari harga resmi Rp 1.600 per kg. Di Desa Lowayu Kecamatan Dukun pembagian beras raskin tidak berlabel Bulog dengan berat 50 kilo per sak dari normalnya Rp 15 kg. Jatah raskin dibagi ke tiga keluarga. Setiap RTSPM menerima 5 kg raskin dengan harga Rp 1.700 per kg.
PuDaK mendesak Pemkab Gresik segera membenahi penanganan raskin maupun standar kualitasnya. Warga seharusnya menerima raskin dengan broken (patahan) 20 persen, menir 2,5 persen, dan drajat sosoh 90 persen. "Kami menuntut Pemkab Gresik mendata ulang kelua rga miskin dengan melibatkan warga agar raskin tepat sasaran," ujar Nurul.

Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Gresik, Achmad Nuruddin menyatakan, aspirasi Pudak akan segera disampaikan ke bupati dan ditindaklanjuti termasuk memperbaharui penanganan raskin.

Sebelumnya pada Desember 2010 s ebanyak 54.414 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) mendapatkan tambahan satu kali dari raskin rutin bulanan sebagai upaya mengurangi beban rumah tangga miskin (RTM) dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Setiap RTSPM mendapat jatah 15 kg raskin dengan m enebus Rp 1.600 per kg atau total Rp 24.000. Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Surabaya Utara, Iskak menuturkan kemasan raskin 50 kg hanya sebanyak 600 ton jatah raskin untuk bulan Februari.

"Sebagai kompensasi Bulog telah membagikan 30.000 kresek. Beras raskin masih sesuai standar karena itu masih kualitas medium. Jangan dibandingkan untuk beras super," kata Iskak.

Iskak menjelaskan Bulog juga siap menyerap gabah petani dengan harga Rp 2640 per kilogram gabah kering panen dan Rp 3345 per kg gabah kering giling. "Kami juga akan membeli beras petani Rp 5.060 per kilogram," ujarnya.

Dalam membeli gabah petani, Bulog akan menjalin kemitraan dengan penggilingan yang menjadi rekanan. Syarat gabah kering panen yang akan dibeli Bulog kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maskimal 10 persen. "Bila lebih dari itu petani terkena pengurangan harga (refraksi) sesuai kelebihan batas kadar hampa dan kadar air tersebut," tutur Iskak.  (c9/koh)

sumber : http://wartapedia.com/sosial/psks/1748-beras-raskin-jelek-warga-gresik-demo.html

No comments:

Post a Comment